Beranda
Perbedaan Obat Kimiawi dan Obat Herbal
Obat Kimiawi :
- Lebih di arahkan untuk menghilangkan gejala-gejalanya saja.
- Bersifat sympthomatis yang hanya untuk mengurangi penderitaannya saja.
- Bersifat paliatif artinya penyembuhan yang bersifat spekulatif, bila tepat penyakit akan sembuh, bila tidak endapan obat akan menjadi racun yang berbahaya.
- Lebih diutamakan untuk penyakit-penyakit yang sifatnya akut (butuh pertolongan segera) seperti asma akut, diare akut, patah tulang, infeksi akut dan lain-lain.
- Reaksi cepat, namun efek sampingnya bersifat destruktif artinya melemahkan organ tubuh lain, terutama jika dipakai terus-menerus dalam jangka waktu lama.
- Efek samping yang bisa ditimbulkan iritasi lambung dan hati, kerusakan ginjal, mengakibatkan lemak darah.
Obat Herbal :
- Diarahkan pada sumber penyebab penyakit dan perbaikan fungsi serta organ-organ yang rusak.
- Bersifat rekonstruktif atau memperbaiki organ dan membangun kembali organ-organ, jaringan atau sel-sel yang rusak.
- Bersifat Kuratif artinya benar-benar menyembuhkan karena pengobatannya pada sumber penyebab penyakit.
- Lebih di utamakan untuk mencegah penyakit, pemulihan penyakit-penyakit komplikasi menahun, serta jenis penyakit yang memerlukan pengobatan lama.
- Reaksi bisa cepat bisa lambat tetapi bersifat konstruktif atau memperbaiki dan membangun kembali organ-organ yang rusak.
- Efek samping hampir tidak ada, asalkan diramu oleh herbalis yang ahli dan berpengalaman.
“Sekarang Anda tahu sendiri perbedaannya, tetapi Pilihan Ada ditangan Anda”.
Peluang Bisnis
Mau Penghasilan Rp. 850.000,- per HARI? atau LEBIH?
Bisnis MELIA Nature cocok bagi Anda yang :
| Tidak punya waktu untuk bekerja diluar jam kantor | |
| Tidak punya bakat untuk jualan/presentasi secara OFFLINE | |
| Ingin bisa bisnis TANPA meninggalkan keluarga (tanpa kelayapan kesana kemari) | |
| Ingin mendapatkan penghasilan tambahan, tanpa keluar rumah, tanpa bermacet ria. | |
| Ingin bisnis dengan produk LANGKA & UNIK diburu para pasutri. | |
| Ingin mengendalikan bisnis dimanapun & kapanpun selama ada koneksi internet. | |
| Ingin memanfaatkan internet untuk melipatgandakan penghasilan. |
Mekanisme Kerja Propolis di Dalam Tubuh
Saat pengguna mengkonsumsi propolis maka propolis akan memasuki sistem pencernaan, dari sistem pencernaan unsur-unsur aktif propolis diserap oleh usus halus untuk kemudian di sebarkan keseluruh tubuh. Adapun pembawa unsur-unsur propolis ke seluruh tubuh adalah sel darah merah. Ketika unsur dari propolis ini bertemu dengan sel rusak maupun bibit penyakit atau unsur racun lainnya maka propolis akan “membongkar”,”menangkap” dan “melumpuhkan” bibit penyakit, maupun zat yang berbahaya bagi tubuh, kemudian bibit penyakit tersebut dibawa beredar di tubuh hingga sampai di sistem pengeluaran baik berupa pengeluaran keringat, air seni maupun buang air besar. Sementara itu sebelum memasuki sistem pengeluaran zat-zat yang ditangkap dan dilumpuhkan propolis tetapi masih memiliki sifat racun bagi tubuh akan di netralisir di dalam hati, setelah itu baru dikeluarkan. Ketika unsur-unsur berbahaya yang berhasil di tangkap dan dilumpuhkan propolis dan memiliki sifat racun beredar didalam tubuh ini maka akan muncul gejala tindak balas. Adanya tindak balas ini sesungguhnya menggambarkan perjalanan unsur-unsur racun yang dilumpuhkan propolis didalam tubuh, sekaligus gejala tindak balas ini memberitahu tentang tindakan apa saja yang seharusnya di ambil. Dari sisi ini tindak balas merupakan sebuah proses yang menakjubkan dari pencipta propolis sehingga si pengguna mengetahui setiap tahap menuju kesembuhan dari dirinya, hebat bukan?.
Detoksifikasi Propolis
Melia Propolis (Propolis yang distribusikan oleh PT Melia Nature Indonesia) mempunyai reaksi dengan kecepatan yang luar biasa. Reaksi / efek propolis untuk penyakit tertentu, dapat dirasakan hanya dalam hitungan menit. Reaksi tersebut kadang-kadang menyebabkan rasa kurang nyaman pada tubuh, jika hal tersebut muncul dan merasa kurang nyaman sebaiknya dosis aturan minum propolis diturunkan terlebih dahulu. mulai dengan dosis 3 tetes propolis 3 kali sehari, dan setiap hari dinaikan hingga mencapai 7-10 tetes.


